atau tidak bisakah aku tetap mempertahankan tolak ukur baikku di tempat ini?
tapi kata orang, seteguh-teguhnya pendirian akan tetap runtuh dengan kebiasaan yang mengurungmu.
lagipula, siapkah aku mengunci mulutku untuk suatu hal yang ku anggap tabu?
tapi, aku suka disitu.
ditempat yang kujadikan pelarian dari tanggung jawab yang kerap mengundang keluh
kalau aku tetap jejak teguh, sepertinya lagi-lagi pilihanku hanya dua; memperbesar hati sambil memaknai, atau sepenuhnya luruh.
semoga Tuhan tetap sudi menjagaku penuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar